membawa riang nanyian surga
terus menari-menari hingga fajar
datang dan sirna
cemburu langit memerah tertahan
amarah dunia yang jahat
awan-awan suci bergumul rindu
menguap, menghilang, musnah
di antara belaian embun-embun
mencium mesra tengkuk bumi
mengendus lembut batu-batu jalan
sudah aku menangis, sudah aku berdoa
mereka yang tak lagi bernyawa, sendiri
si alam sunyi.
cemburu langit berbalas cinta
melambai angun wahai nyiur
meremas indah gunduk gunung
engkau indah.
hutanku
kemana, di mana, kenapa
cemburu langit gerayangi tanah merah
bercinta mesra debu dan pasir
aku dengar, cemburumu
nyanyian mu
cemburumu, hijau mu tak bergemuruh
cemburumu, biru kini sampah
cemburumu, hanya merah.
nyanyian ini
apa daya paru kami kau beri mesiu
panas
hutan kami
apa daya hijau mu hanya peta
di tengah belantara batu
di ujung cabang hawa kematian
di sela nasib sial kala bercinta
hutan kami

Tidak ada komentar:
Posting Komentar